Kamis, 30 Juni 2016

Setahun Bersama Keluarga Madyapadma

Pengalaman Setahun Bersama Keluarga Madyapadma? yahhh... banyak bangetlahhh pastinyaa yang aku dapetin di Madyapadma, kalo di jelasin satu satu nih temen-temen, mungkin bisa sampe seribuan halaman! temen-temen pasti capeklah yaa bacanya. So, karena aku pengertian banget sama kalian aku bakal ringkas dengan baik ceritaku tentang Setahun Bersama Keluarga Madyapadma. Oh iya temen-temen belum tau kan apa itu Madyapadma? oke deh, aku jelasin dengan singkat yaa apa itu Madyapadma Journalitic Park atau yang biasa di singkat MPJP. Jadi, Madyapadma adalah ekstrakulikuler jurnalistik satu-satunya yang ada di Trisma atau SMAN 3 Denpasar yang paling KECE. Cukup segitu aja yaa tentang Madyapadma kalo kalian pengen tau lebih lanjut langsung ajaa di cek di www.madyapadma-online.com yukk langsung ke Cerita tentang PENGALAMANKU SETAHUN BERSAMA KELUARGA MADYAPADMA Cekidoottt!!!


Setelah di terima sebagai murid baru di SMAN 3 Denpasar sempet ragu mau pilih ekstrakulikuler apa soalnya bingung ada banyak rumor kalo masuk ekstra ini nanti ginii, kalo masuk ekstra ituu nanti gituu.. akhirnya atas rekomendasi dari kakak kelas yang waktu itu udah naik kelas tiga dan namanya gak mau di sebutin, panggil saja dia kak Bunga. Aku disuruh gabung di ekstrakulikuler jurnalistik atau yang eksis disebut Madyapadma. Awalnya sempet ragu, bukan sempet ragu sihh tapi raguuuu bangett masuk ekstra itu apalagi aku gak pernah yang namanya tau jurnalistik atau apapun tentang tulis-menulis. Karena sudah di rekomendasi sama kak Bunga, dan kak Bunga bilang kalo ekstra Madyapadma adalah salah satu ekstra besar yang bagus banget di Trisma. Dannn yang paling penting kak Bunga berkata, “gak ada Penghan**ran”. Yaudah aku beraniin diri untuk mengisi form pendaftaran ekstrakulikuler dengan menconteng tulisan MADYAPADMA.
Akhirnya aku menjadi anggota Madyapadma. Setelah beberapa minggu mendapatkan materi dari kakak-kakak kelas, saya mulai penasaran mengapa pembina ekstra Madyapadma atau MP ini tak pernah hadir saat jam ekstra, inipun menjadi sebuah misteri. Beberapa minggu kemudian misteri akhirnya terungkap saat ada pergantian pemimpin umum MP akhirnya Sang Pembinapun muncul dan menjelaskan kalau beliau tak pernah muncul saat jam ekstra karena menghindari agar tak ada yang namanya seleksi masuk ekstra. Semenjak itu, aku langsung nyaman dengan pembina ekstra MP atau yang biasa di panggil Kak Ananta, karena Kak Ananta orangnya lugas, masih berjiwa muda, juga pintar tentunya.
Singkat cerita, setelah melalui beberapa kejadian dan sudah berbaur dengan anggota Madyapadma lainnya. Ada satu event besar yang pertama kali aku ikutin di MP yaitu PJTD (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar) disini aku diajarin tentang bagaimana menjadi seorang jurnalis dari awaalll banget dan dikasi materi dasar mengenai jurnalistik yang sangat berguna bagi aku dan temen-temen MP lainnya. Pokonya asik deh PJTD, gak asiknya itu banyak tugas yang harus kita selesain secara on the spot sampe aku gak bisa ngerasain urat nadi di tanganku (maap alay). Tapi kerja keras tak pernah mengkhianati keberhasilanlah yaa, aku dapet penghargaan juara 3 profil terbaik, meskipun cuma juara 3 tapi aku sudah sangat bersyukur.
Setelah PJTD dan mulai memahami sedikit tentang jurnalistik, aku dan angkatanku di Madyapadma ditugaskan untuk membuat Kording mingguan, aku ditugaskan bersama Kelompok tiga. Dengan anggotanya yaitu Arma, Iga, Erika, Fahreza dan aku sendirii, kami mendapatkan seorang supervise untuk membimbing dalam pembuatan kording yaitu Kak Gung Dini. Kak Gung Dini sangat membantu dalam pembuatan Kording, Kording yang kami sepakati diberi nama DILL3MA. Mengapa kami memberi nama kording kami DILL3MA karena kami dilema  pada salah satu anggota kelompok kami yang tak aktif di dalam grup. Selama membuat kording bersama kelompok DILL3MA aku sangat menikmati kebersamaan dan kegilaan kami, terasa seperti mendapatkan keluarga baru.
Lalu, beberapa minggu kemudian ada satu perlombaan yang dianggap bergengsi di kalangan anak MP yaitu lomba Kording Akademika. Dan Pembina kami melakukan seleksi terhadap seluruh anggota MP yang berminat mengikutinya, karena aku menganggap bahwa ini adalah ajang pembuktian dari PJTD lalu, maka aku ikut mendaftar untuk seleksi. Setelah mengalami beberapa tahap seleksi, betapa kecewanya ternyata aku gak lolos di tahap akhir, tapi tak apa karena ini bukanlah akhir dari perjalananku.



Setelah itu datanglah LKIR LIPI, satu perlombaan lagi yang menurutku ini adalah ajang pembalasan terhadap Akademika. Aku mengikuti perlombaan karya tulis ilmiah ini dengan susah payah dan banyak sekali bertanya kepada teman-temanku yang sudah berpengalaman, pertama aku merasa tidak percaya diri karena melihat mereka terlihat sangat berpengalaman sedangkan aku baru pertama kali mengikuti perlombaan semacam ini. Bersamaan dengan pembuatan karya tulis untuk lomba KIR LIPI ada acara besar yang diadakan oleh Madyapadma yang bernama PRESSLIST (Apresiasi Sineas dan Jurnalist) ke-7. Presslist ini adalah acara terbesar yang diselenggarakan oleh Madyapadma karena mengadakan lomba untuk tingkat SMP sampai SMA bahkan Mahasiswa tingkat nasional, dan aku ditunjuk sebagai Sekretaris Presslist. Saat pertama kali mengetahui hal ini, ada rasa bangga yang terbersit di dalam hati tetapi ada rasa takut juga karena aku sedang mengerjakan proses untuk LKIR LIPI, aku takut aku tak bisa menyelesaikan proposal karya tulis ini. Karena perjuangan dan kerja keras yang kuat akhirnya saya dan satu partner saya berhasil menyelesaikan proposal karya tulis ini. Yeeaaayyyy akhirnya satu kerjaan selesai.


Tapi, hilang satu tumbuh seribu. Banyak tugas yang menantiku saat Presslist, harus buat proposal, perbaiki proposal yang salah, revisi, mengatur jalannya rapat, membuat kesimpulan, mengirim kesimpulan rapat ke semua steering comitee, inii, ituuu, huffttt capek banget. Rasanya seluruh badan udah mati rasa, pokoknya gak bisa diungkapkan pakai kata-kata deh gimana perjuangan buat ngadain acara segede presslist ini. Tapi seperti biasa, kerja keras tak pernah menghianati keberhasilan. Karena kerja keras seluruh anggota Madyapadma Presslist 7 dapat berjalan dengan Suksess dan mendapatkan banyak Surpluss. Suatu kebahagiaan mendengar Bapak Ketut Suyastra (Kepala Sekolah kami) mengucapkan kata bangga yang sebesar-besarnya dan memberikan uang bonus sebanyak 10 juta rupiah atas apresiasinya kepada kami. Wow!! 10 JUTA COY!!! Terimakasih Bapak!


Belum sempat kami merayakan keberhasilan Presslist 7 seminggu kemudian kami sudah sibuk mempersiapkan satu acara yang diadakan oleh sekolah kami yang bernama OPSSH (Olimpiade Penelitian Siswa Sains dan Humaniora) ke-4 di OPSSH kami ekstra Jurnalistik Madyapadma bertugas untuk mengatur jalannya perlombaan dan sebagai sie dokumentasi kami juga bekerjasama dengan ekstrakulikuler KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) di sekolah kami. Saat H-1 OPSSH aku mendapatkan kabar baik, aku di kabarkan lolos untuk menjadi Peserta Proposal Terbimbing dari LKIR LIPI “Bohong” itu adalah kata pertama yang aku ucapkan saat diberitahu oleh salah satu kakak kelas ku.
Tapi ternyata berita yang diberitahukan oleh kakak kelas ku itu tidak bohong, saat aku masuk ke ruang Mp Tv di gedung Prajna Paramita tiba-tiba aku diberikan laptop yang isinya pengumuman  Peserta Proposal Terbimbing dari LKIR LIPI ternyata ada namaku disana tepatnya pada nomor urut 08 dalam bidang Ilmu Pengetahuan Teknik. Antara ingin menangis atau ingin teriak sangking bahagianya, akhirnya aku hanya bisa diam dengan sebuah senyuman di bibirku. Kak Ananta (Pembinaku) muncul dari balik pintu dan menyodorkan tangannya memberikan salaman, sebagai sebuah tanda selamat. Awalnya aku ragu untuk menerima ucapan selamat darinya karena aku merasa malu, aku merasa harusnya bukan aku yang lolos. Tetapi akhirnya aku menyambut tangannya dengan senang dan dalam hatiku aku mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya karena berkat bimbingannya, aku bisa.
Saat hari H OPSSH aku ditugaskan sebagai reporter dari MP Tv dan OPSSH berjalan dengan sangat lancar. Kami berhasil mengundang Wali Kota Denpasar dan Pak Wali sangat mengapresiasi atas dilangsungkannya OPSSH karena SMAN 3 Denpasar dianggap sebagai perwujudan dari sekolah yang kreatif dan diharapkan sebagai contoh bagi sekolah-sekolah lain yang ada di Denpasar. Sekali lagi aku mendengar kata bangga yang diucapkan Pak Ketut Suyastra atas kerja keras kami, kamipun menutup acara OPSSH dengan penuh suka cita dan sebungkus nasi jinggo yang menambah rasa kekeluargaan dan kesedehanaan kami.


Hari hari yang berat kumulai saat ini, setelah berpartisispasi dalam PRESSLIST dan OPSSH ini saatnya perjalananku di LKIR LIPI dimulaiiii…..

Nah segitu dulu ya Ceritaku tentang PENGALAMANKU SETAHUN BERSAMA KELUARGA MADYAPADMA. Pokoknya setahun di MP itu KEAJAIBAN !

Cerita tentang LKIR LIPI masih menggantung teman, karena aku masih menjalani Proses Bimbingan Proposal bersama mentorku yaitu Dr. Akbar Hanif Dawam A. S.T, M.T. yang Kece badaii dan satu Partnerku yang menyebalkan tapi rajin, jugaa tentunya dalam bimbingan pembinaku Kak I Wayan Ananta Wijaya yang pengertian abiss

Oke deh, jangan lupa senyum dan sikat gigi setiap malam ya teman ! See you!!