Pengalaman
Setahun Bersama Keluarga Madyapadma? yahhh... banyak bangetlahhh pastinyaa yang
aku dapetin di Madyapadma, kalo di jelasin satu satu nih temen-temen, mungkin
bisa sampe seribuan halaman! temen-temen pasti capeklah yaa bacanya. So, karena
aku pengertian banget sama kalian aku bakal ringkas dengan baik ceritaku
tentang Setahun Bersama Keluarga Madyapadma. Oh iya temen-temen belum tau kan
apa itu Madyapadma? oke deh, aku jelasin dengan singkat yaa apa itu Madyapadma
Journalitic Park atau yang biasa di singkat MPJP. Jadi, Madyapadma adalah
ekstrakulikuler jurnalistik satu-satunya yang ada di Trisma atau SMAN 3
Denpasar yang paling KECE. Cukup segitu aja yaa tentang Madyapadma kalo kalian
pengen tau lebih lanjut langsung ajaa di cek di www.madyapadma-online.com yukk langsung
ke Cerita tentang PENGALAMANKU SETAHUN BERSAMA KELUARGA MADYAPADMA
Cekidoottt!!!
Setelah
di terima sebagai murid baru di SMAN 3 Denpasar sempet ragu mau pilih
ekstrakulikuler apa soalnya bingung ada banyak rumor kalo masuk ekstra ini
nanti ginii, kalo masuk ekstra ituu nanti gituu.. akhirnya atas rekomendasi
dari kakak kelas yang waktu itu udah naik kelas tiga dan namanya gak mau di
sebutin, panggil saja dia kak Bunga. Aku disuruh gabung di ekstrakulikuler
jurnalistik atau yang eksis disebut Madyapadma. Awalnya sempet ragu, bukan
sempet ragu sihh tapi raguuuu bangett masuk ekstra itu apalagi aku gak pernah
yang namanya tau jurnalistik atau apapun tentang tulis-menulis. Karena sudah di
rekomendasi sama kak Bunga, dan kak Bunga bilang kalo ekstra Madyapadma
adalah salah satu ekstra besar yang bagus banget di Trisma. Dannn yang paling
penting kak Bunga berkata, “gak ada Penghan**ran”. Yaudah aku beraniin diri
untuk mengisi form pendaftaran ekstrakulikuler dengan menconteng tulisan
MADYAPADMA.
Akhirnya aku menjadi anggota Madyapadma. Setelah
beberapa minggu mendapatkan materi dari
kakak-kakak kelas, saya mulai penasaran mengapa pembina ekstra Madyapadma atau
MP ini tak pernah hadir saat jam ekstra, inipun menjadi sebuah misteri.
Beberapa minggu kemudian misteri akhirnya terungkap saat ada pergantian
pemimpin umum MP akhirnya Sang Pembinapun muncul dan menjelaskan kalau beliau
tak pernah muncul saat jam ekstra karena menghindari agar tak ada yang namanya
seleksi masuk ekstra. Semenjak itu, aku langsung nyaman dengan pembina ekstra
MP atau yang biasa di panggil Kak Ananta, karena Kak Ananta orangnya lugas,
masih berjiwa muda, juga pintar tentunya.
Singkat
cerita, setelah melalui beberapa kejadian dan sudah berbaur dengan anggota
Madyapadma lainnya. Ada satu event besar yang pertama kali aku ikutin di MP
yaitu PJTD (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar) disini aku diajarin tentang
bagaimana menjadi seorang jurnalis dari awaalll banget dan dikasi materi dasar
mengenai jurnalistik yang sangat berguna bagi aku dan temen-temen MP lainnya.
Pokonya asik deh PJTD, gak asiknya itu banyak tugas yang harus kita selesain
secara on the spot sampe aku gak bisa ngerasain urat nadi di tanganku (maap alay).
Tapi kerja keras tak pernah mengkhianati keberhasilanlah yaa, aku dapet penghargaan
juara 3 profil terbaik, meskipun cuma juara 3 tapi aku sudah sangat bersyukur.
Setelah
PJTD dan mulai memahami sedikit tentang jurnalistik, aku dan angkatanku di
Madyapadma ditugaskan untuk membuat Kording mingguan, aku ditugaskan bersama
Kelompok tiga. Dengan anggotanya yaitu Arma, Iga, Erika, Fahreza dan aku
sendirii, kami mendapatkan seorang supervise untuk membimbing dalam pembuatan
kording yaitu Kak Gung Dini. Kak Gung Dini sangat membantu dalam pembuatan
Kording, Kording yang kami sepakati diberi nama DILL3MA. Mengapa kami memberi nama
kording kami DILL3MA karena kami dilema
pada salah satu anggota kelompok kami yang tak aktif di dalam grup.
Selama membuat kording bersama kelompok DILL3MA aku sangat menikmati
kebersamaan dan kegilaan kami, terasa seperti mendapatkan keluarga baru.
Lalu, beberapa minggu kemudian ada satu perlombaan yang
dianggap bergengsi di kalangan anak MP yaitu lomba Kording Akademika. Dan
Pembina kami melakukan seleksi terhadap seluruh anggota MP yang berminat
mengikutinya, karena aku menganggap bahwa ini adalah ajang pembuktian dari PJTD
lalu, maka aku ikut mendaftar untuk seleksi. Setelah mengalami beberapa tahap
seleksi, betapa kecewanya ternyata aku gak lolos di tahap akhir, tapi tak apa
karena ini bukanlah akhir dari perjalananku.
Setelah
itu datanglah LKIR LIPI, satu perlombaan lagi yang menurutku ini adalah ajang
pembalasan terhadap Akademika. Aku mengikuti perlombaan karya tulis ilmiah ini
dengan susah payah dan banyak sekali bertanya kepada teman-temanku yang sudah
berpengalaman, pertama aku merasa tidak percaya diri karena melihat mereka terlihat
sangat berpengalaman sedangkan aku baru pertama kali mengikuti perlombaan
semacam ini. Bersamaan dengan pembuatan karya tulis untuk lomba KIR LIPI ada
acara besar yang diadakan oleh Madyapadma yang bernama PRESSLIST (Apresiasi
Sineas dan Jurnalist) ke-7. Presslist ini adalah acara terbesar yang
diselenggarakan oleh Madyapadma karena mengadakan lomba untuk tingkat SMP
sampai SMA bahkan Mahasiswa tingkat nasional, dan aku ditunjuk sebagai Sekretaris
Presslist. Saat pertama kali mengetahui hal ini, ada rasa bangga yang terbersit
di dalam hati tetapi ada rasa takut juga karena aku sedang mengerjakan proses untuk LKIR LIPI, aku takut aku tak bisa menyelesaikan proposal karya tulis ini.
Karena perjuangan dan kerja keras yang kuat akhirnya saya dan satu partner saya
berhasil menyelesaikan proposal karya tulis ini. Yeeaaayyyy akhirnya satu
kerjaan selesai.
Tapi,
hilang satu tumbuh seribu. Banyak tugas yang menantiku saat Presslist, harus
buat proposal, perbaiki proposal yang salah, revisi, mengatur jalannya rapat,
membuat kesimpulan, mengirim kesimpulan rapat ke semua steering comitee, inii,
ituuu, huffttt capek banget. Rasanya seluruh badan udah mati rasa, pokoknya gak
bisa diungkapkan pakai kata-kata deh gimana perjuangan buat ngadain acara
segede presslist ini. Tapi seperti biasa, kerja keras tak pernah menghianati
keberhasilan. Karena kerja keras seluruh anggota Madyapadma Presslist 7 dapat
berjalan dengan Suksess dan mendapatkan banyak Surpluss. Suatu kebahagiaan
mendengar Bapak Ketut Suyastra (Kepala Sekolah kami) mengucapkan kata bangga
yang sebesar-besarnya dan memberikan uang bonus sebanyak 10 juta rupiah atas
apresiasinya kepada kami. Wow!! 10 JUTA COY!!! Terimakasih Bapak!
Belum
sempat kami merayakan keberhasilan Presslist 7 seminggu kemudian kami sudah
sibuk mempersiapkan satu acara yang diadakan oleh sekolah kami yang bernama
OPSSH (Olimpiade Penelitian Siswa Sains dan Humaniora) ke-4 di OPSSH kami
ekstra Jurnalistik Madyapadma bertugas untuk mengatur jalannya perlombaan dan
sebagai sie dokumentasi kami juga bekerjasama dengan ekstrakulikuler KIR
(Kelompok Ilmiah Remaja) di sekolah kami. Saat H-1 OPSSH aku mendapatkan kabar
baik, aku di kabarkan lolos untuk menjadi Peserta Proposal Terbimbing dari LKIR
LIPI “Bohong” itu adalah kata pertama yang aku ucapkan saat diberitahu oleh
salah satu kakak kelas ku.
Tapi
ternyata berita yang diberitahukan oleh kakak kelas ku itu tidak bohong, saat
aku masuk ke ruang Mp Tv di gedung Prajna Paramita tiba-tiba aku diberikan
laptop yang isinya pengumuman Peserta
Proposal Terbimbing dari LKIR LIPI ternyata ada namaku disana tepatnya pada
nomor urut 08 dalam bidang Ilmu Pengetahuan Teknik. Antara ingin menangis atau
ingin teriak sangking bahagianya, akhirnya aku hanya bisa diam dengan sebuah
senyuman di bibirku. Kak Ananta (Pembinaku) muncul dari balik pintu dan
menyodorkan tangannya memberikan salaman, sebagai sebuah tanda selamat. Awalnya aku ragu
untuk menerima ucapan selamat darinya karena aku merasa malu, aku merasa
harusnya bukan aku yang lolos. Tetapi akhirnya aku menyambut tangannya dengan
senang dan dalam hatiku aku mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya
karena berkat bimbingannya, aku bisa.
Saat
hari H OPSSH aku ditugaskan sebagai reporter dari MP Tv dan OPSSH berjalan
dengan sangat lancar. Kami berhasil mengundang Wali Kota Denpasar dan Pak Wali
sangat mengapresiasi atas dilangsungkannya OPSSH karena SMAN 3 Denpasar
dianggap sebagai perwujudan dari sekolah yang kreatif dan diharapkan sebagai
contoh bagi sekolah-sekolah lain yang ada di Denpasar. Sekali lagi aku
mendengar kata bangga yang diucapkan Pak Ketut Suyastra atas kerja keras kami,
kamipun menutup acara OPSSH dengan penuh suka cita dan sebungkus nasi jinggo
yang menambah rasa kekeluargaan dan kesedehanaan kami.
Hari hari yang berat kumulai saat ini, setelah berpartisispasi dalam PRESSLIST dan OPSSH ini saatnya perjalananku di LKIR LIPI dimulaiiii…..
Nah
segitu dulu ya Ceritaku tentang PENGALAMANKU SETAHUN BERSAMA KELUARGA
MADYAPADMA. Pokoknya setahun di MP itu KEAJAIBAN !
Cerita tentang LKIR LIPI masih menggantung teman, karena aku masih menjalani Proses Bimbingan Proposal bersama mentorku yaitu Dr. Akbar Hanif Dawam A. S.T, M.T. yang Kece badaii dan satu Partnerku yang menyebalkan tapi rajin, jugaa tentunya dalam bimbingan pembinaku Kak I Wayan Ananta Wijaya yang pengertian abiss
Cerita tentang LKIR LIPI masih menggantung teman, karena aku masih menjalani Proses Bimbingan Proposal bersama mentorku yaitu Dr. Akbar Hanif Dawam A. S.T, M.T. yang Kece badaii dan satu Partnerku yang menyebalkan tapi rajin, jugaa tentunya dalam bimbingan pembinaku Kak I Wayan Ananta Wijaya yang pengertian abiss
Oke deh, jangan
lupa senyum dan sikat gigi setiap malam ya teman ! See you!!



