Rabu, 06 Juli 2016

Evaluasi Proses Pembelajaran di Kelas


Haii guyss!! ketemu lagi ni sama Mala yang manisnya alami tanpa pemanis buatan~ oke stop alaynya!! Kali ini, Mala mau ngasi temen temen satu artikel yang mungkin bakalan bermanfaat bagi kalian yang sekarang berprofesi sebagai pengajar maupun pelajar. Penasaran kan artikel apaan? Monggo langsung di baca aja yaa (^, ~)
Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku seseorang dari yang tadinya ia tak mengerti dengan sesuatu menjadi mengerti dengan hal tersebut. Sedangkan proses pembelajaran di kelas merupakan proses mendapatkan ilmu yang terjadi di dalam kelas yang melibatkan siswa dan guru di dalamnya. Proses pembelajaran yang baik memerlukan proses interaksi oleh semua komponen yang terlibat dalam pembelajaran di kelas, baik antara guru dengan siswa, hingga antar sesama siswa itu sendiri. berikut adalah beberapa aspek yang dapat dijadikan evaluasi bagi guru dalam proses pembelajaran yang ada di dalam kelas :

1.      Saat Pembelajaran Baru di Mulai
Saat guru masuk ke dalam kelas untuk mengajar, hal pertama yang akan dilakukan oleh guru adalah membuka pembelajaran. Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk ini, akan tetapi alangkah baiknya jika guru membuka pelajaran dengan berdo’a bersama dan hal selanjutnya yang dilakukan oleh guru adalah mengapresiasi siswanya atas pencapaiannya pada beberapa saat yang lalu mereka capai, sehingga dapat memotivasi siswa lainnya. Selanjutnya, menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut.
Banyak guru yang tak melakukan dua hal penting  ini saat proses pembelajaran dimulai. Merupakan hal yang sangat buruk apabila guru dalam melakukan proses interaksi belajar-mengajar melupakan kedua hal yang sangat penting ini. Karena apabila siswa tidak diberikan apersepsi maka tentu saja mereka akan sulit untuk mengaitkan apa yang akan mereka pelajari dengan apa yang telah mereka kuasai di pelajaran sebelumnya. Motivasi belajar sendiri merupakan hal  yang sangat penting untuk mereka karena motivasi ibarat sebuah pendorong yang akan membantu siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan perasaan senang tanpa beban. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai disampaikan pada saat proses pembelajaran, agar siswa mengetahui apa yang akan mereka harus kuasai setelah mengikuti sebuah kegiatan pembelajaran.

2.      Saat Menyampaikan Materi
Banyak guru-guru kita yang masih belum kreatif dalam menyampaikan materi. Mereka hanya menggunakan metode seperti ceramah saja pada saat menyampaikan materi tersebut, sehingga itu menjadi sebuah pembelajaran yang monoton bagi siswa, siswa yang mengikuti proses pembelajaran itupun menjadi kurang bersemangat bahkan malas saat mengikuti pembelajaran. Apalagi materi yang dibawakan oleh guru tersebut dianggap berat dan susah di mengerti.
Sebaiknya, dalam menyajikan materi pelajaran guru menggunakan beragam cara, media, dan alat, bukan hanya dengan berceramah saja. Keterampilan menyajikan pembelajaran secara baik oleh guru akan menambah kualitas bagaimana guru berinteraksi dengan baik dengan siswa, serta antara siswa dengan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

3.      Penggunaan Bahasa Yang Komunikatif
Bahasa adalah alat komunikasi yang paling baik dan mudah di mengerti. Bahasa yang dimaksud di sini bukan hanya bahasa secara lisan akan tetapi juga mencakup bahasa seperti gerak tubuh dan mimik wajah. Guru yang pandai berbahasa baik secara lisan maupun nonlisan seperti gerak tubuh dan wajah akan menjadi guru yang disenangi oleh siswanya karena kebanyakan siswa menyukai guru yang ekspresif karena dianggap tidak membosankan.
Banyak guru yang tak mempunyai kemampuan untuk mengekspresikan dirinya sehingga ia menjadi tak di senangi oleh siswanya karena dianggap membosankan. Kalau guru semacam ini yang tak mempunyai kemampuan untuk mengekspresikan apa pemikirannya maka dapat di kemukakan secara lisan. Tetapi kata-kata yang digunakan dalam berkomunikasi juga harus dipilih secara tepat sehingga tak dianggap membosankan, serta dapat terus memotivasi siswanya sehingga memudahkan proses pembelajaran siswa. 

4.      Guru Memberikan Umpan Balik
Siswa memerlukan umpan balik dari seorang guru mengenai pengetahuan atau keterampilan yang baru saja mereka pelajari, apakah sudah dikuasai dengan baik, sudah dipahami dengan benar, atau tidak. Siswa tidak akan mampu menilai dirinya sendiri apakah sudah melakukan sesuatu dengan tepat atau belum, sudah menguasai suatu konsep pembelajaran dengan benar atau masih keliru. Mereka membutuhkan umpan balik, agar mereka dapat mengulang kembali penguasaan materi mereka dengan cara mereka sendiri tetapi dalam konsep yang benar. Sebaliknya, apabila mereka belum menguasai pengetahuan atau keterampilan dengan benar dan sempurna, maka mereka perlu diberi tahu oleh guru pada bagian mana dari pengetahuan atau keterampilan siswa yang belum mereka kuasai dengan baik dan bagaimana cara memperbaikinya. Banyak guru yang tak melakukan poses umpan balik ini. Mereka cenderung malas untuk menguji kemampuan dari siswanya, apakah siswanya itu sudah benar-benar mengerti atau belum.

5.      Menggunakan Waktu Secara Efektif
Setiap kegiatan pembelajaran dapat dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu kegiatan awal pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran dan kegiatan akhir pembelajaran. Semuanya mempunyai porsi masing-masing, di mana waktu terbesar diberikan pada kegiatan inti pembelajaran. Akan tetapi banyak guru yang malah melebihi porsi pada kegiatan inti pembelajaran ini meskipun porsi waktunya adalah yang paling besar sehingga siswa merasa lelah akan banyaknya materi pelajaran yang diterimanya. Saran bagi para guru, gunakanlah waktu dengan baik dan tak melebihi porsi sehingga interaksi pembelajaran dengan siswa menjadi efektif dan efisien.

6.      Membuat Penilaian
Selama proses pembelajaran berlangsung, guru yang melakukan interaksi dengan baik dengan siswa akan selalu membuat penilaian. Penilaian ini dapat guru lakukan selama proses pembelajaran berlangsung ataupun di akhir pembelajaran. Hal ini sering dilupakan oleh guru, padahal hal ini sangat diperlukan oleh guru untuk mengetahui seberapa mampu guru itu dalam menyampaikan materi pada siswanya serta siswa sendiri juga membutuhkan penilaian ini untuk introspeksi diri mengenai seberapa banyak atau seberapa jauh mereka mengerti materi yang disampaikan guru tersebut.

Sekian beberapa evaluasi mengenai proses pembelajaran yang ada di kelas. Semoga dapat bermanfaat bagi semua komponen yang terlibat dalam kelas. 
Tetap semangat dalam mempelajari apapun kawan, karena belajar tak kan pernah ada umurnya!! 

Jika ada saran atau masukan, jangan malu-malu tulis di kolom komentar yaa :** di tunggu komentarnya teman teman^,^ see you!!!

27 komentar:

  1. Balasan
    1. Makasi Ardya tetep comment postinganku selanjutnya ya

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Wah keren sukses terus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin makasi yon, stay comment postingan ku selanjutnya ya

      Hapus
  4. Wow nice mal, aku baru tau ternyata manismu alami tak kira buatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fokus ke artikelnya aja gus, jgn hiraukan yg lain wkwk

      Hapus
  5. Jadi, guru Itu harus bisa nguasain keadaan di dalam kelasnya ti?
    Tapi kan masih ada aja guru yg sekedar nyampaiin materi :v
    Gimana pendapat my?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu dia. Karena masih aja ada guru y g masuk kelas trus asal ngasi materi aja aku sampein saran buat guru-guru agar lebih bisa menguasai keadaan di dalam kelas zal
      Wihh nice comment rizal

      Hapus
  6. Nice Malaaa! Curhatan banget :v

    BalasHapus
  7. Nice Malaaa! Curhatan banget :v

    BalasHapus
  8. Udah tak baca siti. Coba buat artikel horror 😁

    BalasHapus