Haii kawann lama gak jumpa nih sama Mala, maaf yaa kemarin Mala lagi sedikit sibuk jadi belum sempet upload apapun di blog Mala. Nah, kali ini Mala mau berbagi sebuah tajuk yang Mala buat sendiri lhoo, mengenai MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Disimak baik-baik yaa karena kalian pasti nyesel deh kalo gak baca tajuk Mala dibawah ini!
Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) memang masih asing terdengar di telinga
kita. Tetapi setelah mengetahui arti yang sebenarnya dari MPLS ini, tak sedikit
orang yang mendukung gerakan penghapusan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang
terkesan lebih fresh dan tak kolot ini.
Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan versi baru Masa Orientasi Siswa
(MOS). MPLS disebut-sebut sebagai biang penghasil anak-anak remaja yang lemah
dan manja. MPLS juga tak jarang dibanding-bandingkan dengan MOS oleh
siswa-siswa terdahulu bentukan MOS, karena kebanyakan remaja yang sudah
merasakan MOS mempunyai rasa dendam terhadap adik kelasnya. Mindset pertama yang mereka dapatkan
dari MOS adalah “Bagaimana cara agar adik
kelas saya nanti, merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan sekarang
ini”. Bukannya bertujuan untuk mendidik atapun membimbing adik-adik
kelasnya.
MOS
memang banyak meninggalkan bekas luka bagi siswanya karena mereka merasa banyak
sekali kerugian yang mereka dapatkan dari MOS, sehingga tak heran tak sedikit
siswa yang ingin membalas dendam.. Melihat keadaan tersebut pemerintah berusaha
untuk mengerti keadaan dari calon-calon pemimpin bangsanya ini, dengan
mengadakan MPLS. Karena jika calon-calon pemimpin bangsa mempunyai mindset sebagai pendendam maka bagaimana
bangsa ini di masa depan? Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah solusi dari
masalah bangsa kita di masa depan tersebut.
Melalui
MPLS siswa bukannya di didik untuk bersikap manja tetapi siswa di didik untuk
bersikap berkeluarga dan disiplin. Meskipun tingkat kedisiplinan MPLS tak
seketat MOS tetapi tingkat kekeluargaan di MPLS jauh lebih erat. Tugas-tugas
dalam MPLS juga berbeda jauh dengan tugas yang diberikan di MOS. Tetapi tak
berarti tugas di MPLS ini lebih ringan dibandingkan dengan tugas di MOS. Sebenarnya
tugas di MPLS tak seberapa jika dibandingkan dengan tugas di MOS karena tugas
MPLS cenderung lebih menggunakan kekuatan otak dibandingkan dengan kekuatan
otot, yang jauh lebih berat.
MPLS
juga mendidik dan mengajarkan apa itu yang disebut dengan ramah. Mereka
diajarkan agar bersikap hormat dan
santun terhadap orang yang lebih tua, mereka sepenuhnya di bentuk agar
tak mengetahui segala jenis bentuk perploncoan.
Karena siswa yang mengikuti MPLS tak pernah mendapatkan tekanan dari pihak
manapun atau dalam bentuk apapun.
Seiring
keadaan masyarakat mulai menyadari bahwa MPLS bukanlah seperti yang selama ini
diberitahukan oleh siswa bentukan MOS. Masyarakat sekarang tau bahwa MPLS
adalah sebuah pencapaian baru demi menghapuskan budaya tak benar yang akan
membuat calon-calon pemimpin bangsa itu berada di jalan yang salah. MPLS dapat
membuat bangsa Indonesia lebih maju, karena lewat MPLS karakter disiplin,
ramah, cinta lingkungan dan cinta sesama terikat dengan erat dan kokoh. Maka
sekarang saatnya kita ucapkan selamat datang MPLS fresh, selamat tinggal Masa Orientasi kolot.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar